MANFAAT EKONOMI KAYU MANIS


Paper Penilaian Hutan
Medan,    Oktober 2019

PEMANFAATAN HASIL KAYU MANIS
(Cinnamomum burmannii)

Dosen Penanggungjawab:
Dr. Agus Purwoko, S. Hut., M. Si.

Disusun Oleh:
Nafisah Mawaddah
171201192
BDH 5

 

PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2019




KATA PENGANTAR
              Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan paper yang berjudul “Pemanfaatan Hasil Kayu Manis (Cinnamomum burmannii)” ini dengan baik. Paper Penilaian Hutan ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Penilaian Hutan, Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara.
              Dalam penyelesaian laporan ini, penulis mendapatkan bantuan dari berbagai pihak. Oleh sebab itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada Dr. Agus Purwoko, S. Hut., M. Si., selaku dosen pembimbing mata kuliah Penilaian Hutan, yang telah mengajarkan materi perkuliahan dengan baik dan yang hasilnya kemudian dipaparkan dalam paper ini. 

Penulis sadar bahwa penulisan paper ini masih memiliki kesalahan- kesalahan, baik itu dalam segi teknik maupun dalam bahasa. Oleh sebab itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca demi menyempurnakan paper mata kuliah Penilaian Hutan ini. Akhir kata, penulis berharap semoga paper ini bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih.



Medan,    Oktober 2019


Penulis




DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................................................. i
DAFTAR ISI ......................................................................................................... ii
BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang....................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah.................................................................................. 2
1.3 Tujuan.................................................................................................... 2
BAB II. ISI
2.1 Sejarah Kayu Manis .............................................................................. 3
2.2 Karakteristik Kayu Manis ..................................................................... 6
2.3 Habitat dan Penyebaran Kayu Manis.................................................... 8
2.4 Pemanfaatan Kayu Manis ..................................................................... 9
BAB III. PENUTUP
3.1 Kesimpulan.......................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA








BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak di kawasan tropis antara dua benua (Benua Asia dan Benua Australia) dan dua samudera (Samudera Hindia dan Samudera Pasifik) yang terdiri dari sekitar 17.500 pulau dengan panjang garis pantai sekitar 95.181 km. Wilayah Indonesia memiliki luas sekitar 9 juta km2 (2 juta km2 daratan dan 7 juta km2 lautan). Untuk tumbuhan, Indonesia diperkirakan memiliki 25% dari spesies tumbuhan berbunga yang ada di dunia atau merupakan urutan negara terbesar ketujuh dengan jumlah spesies mencapai 20.000 spesies, 40% merupakan tumbuhan endemik atau asli Indonesia. Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam hayati dan keanekaragaman jenis flora dan fauna yang terdapat diseluruh wilayah Nusantara. Kekayaan alam ini harus dilindungi dan dilestarikan sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kepentingan dimasa yang akan datang.

Hutan merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa  yang dapat dikelola secara bijaksana, sehingga selain dapat dimanfaatkan juga dapat dilestarikan. Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki hutan sebagai paru-paru dunia. Hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam dengan lingkungan yang satu dengan yang lainya tidak dapat dipisahkan. Hutan memberikan banyak hal yang berguna bagi kelangsungan mahluk hidup seperti obat-obatan, makanan, bahan bangunan dan udara yang segar, dan air. Tumbuhan yang tumbuh di hutan dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional oleh masyarakat setempat dan juga sebagai bahan makanan.
Salah satu tumbuhan Indonesia yang memiliki manfaat adalah tumbuhan kayu manis (Cinnamomum burmannii). Kayu manis merupakan tanaman rempah dari famili Lauraceae yang terdiri dari beberapa spesies. Di pasaran kayu manis dikenal dengan sebutan casiavera atau cinnamon. Di dunia terdapat 54 spesies kayu manis, yang diantaranya 12 spesies terdapat di Indonesia. Salah satu tanaman kayu manis asli Indonesia adalah Cinnamomum burmannii yang banyak tumbuh di daerah Sumatera, Kalimantan, dan Jawa.

1.2  Rumusan Masalah
1.      Bagaimana sejarah dari kayu manis?
2.      Bagaimana karakteristik dari kayu manis?
3.      Dimana habitat dan penyebaran kayu manis?
4.      Apa saja pemanfaatan dari kayu manis?

1.3  Tujuan
1.      Untuk mengetahui sejarah dari kayu manis.
2.      Untuk mengetahui karakteristik dari kayu manis.
3.      Untuk mengetahui lokasi habitat dan penyebaran dari kayu manis.
4.      Untuk mengetahui manfaat-manfaat dari kayu manis.


BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Sejarah Kayu Manis
Salah satu rempah-rempah yang diunggulkan di Indonesia adalah ‘The Indonesian Cassi’ atau dikenal juga dengan nama lokal ‘Kayu Manis’. Kayu manis adalah salah satu rempah-rempah yang punya rasa manis dan bisa dipakai dengan cara yang serbaguna. Kayu manis bisa dimanfaatkan sebagai penguat rasa maupun sebatas hiasan demi mempercantik tampilan hidangan.


Di Mesir, “Kayu Manis” (Cinnamon) dimanfaatkan untuk membalsam mayat raja-raja yang akan dijadikan mumi. Namun, sejarah menyatakan bahwa “Kayu Manis” sudah masuk Mesir dan Eropa sekitar abad ke 5 Sebelum Masehi. Bangsa Saba bertanggung jawab atas berlangsungnya perdagangan “Kayu Manis” dari India dan Srilanka (Ceylon) ke negara Arab bagian Selatan. Pedagang Saba saat itu masih menyembunyikan asal-usul tanaman ini.

Beberapa tehun setelah 2100 SM, Mesir mengimport “Kayu Manis” dari Cina dan Asia Selatan khusus untuk membalsam mayat-mayat raja. Memang untuk membuat mumi, selain “Kayu Manis” juga dimanfaatkan jenis rempah lain yang wangi, misalnya cumin (Cumimum cymmimum), anis (Anijs pimpinella anisum L.), dan majoraan (Origanum vulgaris L.).

Pada sekitar tahun 40 sesudah Masehi, Hippalus seorang pedagang Yunani menyadari bahwa setiap tahun arah angin berhembus dari Timur ke Barat atau sebaliknya pada bulan-bulan tertentu. Angin tersebut yang kini disebut angin musim dimanfaatkan penjelajah untuk ke Timur. Aktivitas pedagang Yunani tersebut disusul oleh pedagang Romawi sehingga perdagangan rempah di belahan dunia Barat semakin ramai. Dengan semakin ramainya perdagangan rempah akhirnya pemanfaatan rempah pun menjadi meningkat. Akhirnya pada sekitar tahun 40 Masehi  pemanfaatannya meningkat untuk keperluan penambah cita rasa makanan.

Peranan pedagang Romawi memperdagangkan rempah akhirnya bangkrut setelah pedagang Arab dalam mengembangkan agama Islam menundukkan kerajaan Romawi. Kota Aleksandria diduduki tentara Islam pada tahun 641 Masehi. Saat itulah praktis perdagangan rempah antara Timur dan Barat berakhir. Pada abad ke-12, perdagangan rempah dinyatakan ramai kembali. Pada abad ke-16 bangsa Portugis berlayar ke India yang merupakan sumber segala jenis rempah dan berusaha menguasai perdagangan.

Namun, sekitar 100 tahun kemudian, yaitu tahun 1656, perdagangan rempah termasuk "Kayu Manis", diambil alih bangsa Belanda. Hasil "Kayu Manis" dari Srilanka sangat populer di Belanda dengan nama Canel. Untuk dapat lebih menguasai perdagangan "Kayu Manis" akhirnya Bangsa Belanda membentuk organisasi perdagangan dengan nama VOC (Vereenigde Oost Indische Compagni). "Kayu Manis" yang semula merupakan tanaman hutan akhirnya diusahakan penanamannya oleh bangsa Belanda menjadi lebih teratur dalam bentuk perkebunan di Srilanka pada tahun 1770. Tahun 1796, monopoli Belanda dalam perdagangan "Kayu Manis" diambil alih bangsa Inggris.

Di Indonesia, tanaman "Kayu Manis" dari Srilanka (Cinnamomum zeylanicum) didatangkan ke Pulau Jawa tahun 1825 yang kemudian menyebar ke India Selatan, Madagaskar, hingga Brazil. Walaupun demikian, hasil kulit "Kayu Manis" dari Srilanka masih tetap terkenal karena kualitasnya melebihi hasil dari negara lain. Pada hakikatnya, lama sebelum bangsa Belanda merajai perdagangan "Kayu Manis", sudah ada dua jenis kulit "Kayu Manis" yang dihasilkan oleh dua jenis tanaman yang berbeda. "Kayu Manis" dari India Selatan dan Srilanka berasal dari Cinnamomum zeylanicum, sedangkan dari Vietnam Selatan dan Himalaya Timur berasal dari Cinnamomum cassia.

Kalau pedagang kulit "Kayu Manis" di dunia Barat hanya mengenal kedua jenis "Kayu Manis" tersebut hingga sebelum tahun 1800-an. Di Indonesia sendiri sudah ada jenis "Kayu Manis" lain, yaitu Cinnamomum burmanni yang benar-benar merupakan tanaman asli Indonesia. Cinnamomum burmanni merupakan tanaman hutan di Sumatera Barat. Selain Cinnamomum burmanni, Indonesia pun masih memiliki beberapa jenis tanaman dari keluarga Cinnamomum. Hanya saja kualitas kulitnya masih lebih rendah dibanding Cinnamomum burmanni.

Ada beragam ratusan varietas cinnamon yang bisa di jumpai di berbagai penjuru dunia. Hanya saja, dari ratusan jenis kayu manis tersebut, ada 4 varietas yang menjadi komoditas perdagangan utama dunia, yaitu:
1.    Ceylon (Cinnamomum verum)
Kayu manis Ceylon ini berasal dari Sri Lanka. Bersumber pohon dengan nama latin Cinnamomum verum di bawah famili Lauraceae. Kulit kayu manis alami yang kering diambil dari pohonnya dan diolah secara tradisional sebelum dipasarkan. Kayu manis ceylon menjadi jenis kayu manis yang memperoleh sebutan sebagai “true cinnamon”.  Karena keunikan aroma, kualitas, manfaat kesehatan dan kadar coumarin yang sangat rendah, kayu manis ceylon telah memperoleh reputasi yang luas di pasar global. Batang kayu manis (cinnamon sticks/quilss) diolah secara khusus yang menjadi ciri khas dari sri lanka.
2.    Korintje (Cinnamomum burmannii)
Koritje merupakan jenis kayu manis yang berasal dari Indonesia. Kayu manis ini didapatkan dari pohon yang bernama Cinnamomum burmanni. Karena berasal dari Indonesia, banyak yang menyebutkan kayu manis ini sebagai cinnamon Indonesia dan ada pula yang menggunakan sebutan Padang cassia serta Batavia cassia untuk kayu manis ini.
3.    Saigon (cinnamomum loureiroi)
Sesuai dengan namanya, Saigon merupakan jenis cinnamon yang berasal dari Vietnam. Seperti halnya korintje, kayu manis Vietnam ini merupakan jenis kayu manis yang masuk dalam varietas cassia. Meski begitu, kayu manis Saigon memiliki kandungan cinnamaldehyde lebih tinggi dibandingkan dengan kayu manis cassia yang lain. Oleh karena itu, harganya juga jadi lebih mahal, meski tak semahal seperti kayu manis ceylon.
4.    Cassia (Cinnamomum cassia)
Cinnamomum cassia atau yang juga kerap disebut dengan kayu manis cassia dan kayu manis Tiongkok ini merupakan jenis kayu manis yang paling banyak dijumpai di pasaran. Harga dari kayu manis cassia pun lebih murah dibandingkan dengan kayu manis ceylon. Apalagi, tanaman penghasil kayu manis ini juga relatif lebih mudah ditemukan.

2.2 Karakteristik Kayu Manis

 

2.2.1 Klasifikasi Kayu Manis
Kingdom         : Plantae
Subkingdom    : Tracheobionta
Superdivisi      : Spermatophyta
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Magnoliopsida
Subkelas          : Magnoliidae
Ordo                : Laurales
Famili              : Lauraceae
Genus              : Cinnamomum
Spesies            : Cinnamomum burmannii


2.2.2 Morfologi Kayu Manis
a. Batang
Batang pohon kayu manis tegak, berkayu, bercabang-cabang, agak berat, agak lunak, padat, struktur halus, serat halus, warna ros kecoklat-coklatan, getah berwarna putih dan kuning muda. Bagian yang sering digunakan dan dimanfaatkan adalah bagian dalam kulit kayu manis.
b. Daun
Daun kayu manis tunggal, berbentuk lanset, ujung dan pangkal runcing, bagian tepi rata, panjang 4-14 cm, lebar 1-6 cm, pertulangan daun melengkung, berbau harum ketika diremas, warna daun ketika muda merah pucat, dan setelah tua menjadi berwarna hijau.
c. Bunga
Bunga kayu manis majemuk, berbentuk malai, tumbuh di ketiak daun, berambut halus, tangkai panjang 4-12 mm, benang sari dengan kelenjar tangkai tengah tangkai sari, mahkota panjang 4-5 mm, dan berwarna kuning.
d. Buah
Buah kayu manis hampir sama dengan buah buni dengan panjang kurang lebih 1 cm, ketika masih muda berwarna hijau dan setelah tua berwarna hitam.
e. Biji
Biji kayu manis berbentuk bulat telur, kecil-kecil, biji masih muda berwarna hijau dan setelah tua menjadi berwarna hitam.

2.2.3 Kandungan Zat pada Kayu Manis
            Jika didasarkan pada uraian seorang ahli bernama Thomas dan Duethi, diketahui bahwa senyawa yang mendominasi kayu manis adalah minyak atsiri, safrole, eugenol, tannin, cinnamaldehyde, kalsium oksalat, zat penyemak, dammar, dan lain-lain. Senyawa Cinnamaldehyde mencapai 70% dari berat total kayu manis.
Untuk memahami kadar kandungan kayu manis, adapun kandungannya sebagai berikut:
a.    Kadar air                 : 7,90%
b.    Minyak atsiri          : 2,40%
c.    Alkohol ekstrak      : 10-12%
d.    Abu                        : 3,55%
e.    Serat kasar              : 20,30%
f.     Karbohidrat            : 59,55%
g.    Lemak                    : 2,20%

2.3 Habitat dan Penyebaran Kayu Manis
Habitat asli tanaman kayu manis adalah di hutan campuran dengan ketinggian 1.000 m dpl. Namun, kayu manis juga dapat hidup di ketinggian 700-2.400 m dpl. Ketinggian tempat penanaman kayu manis dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman serta kualitas kulit seperti ketebalan dan aroma. Kayu manis akan berproduksi baik bila ditanam di daerah dengan ketinggian 500 – 1.500 m dpl.  Kayu manis menghendaki hujan yang merata sepanjang tahun dengan jumlah cukup, sekitar 2.000 – 2.500 mm/tahun. Curah hujan yang terlalu tinggi akan mengakibatkan hasil panen rendemennya terlalu rendah. Daerah penanaman sebaiknya bersuhu rata-rata 25°C dengan batas maksimum 27°C dan minimum 18°C. Kelembaban yang diinginkan 70 – 90 %, semakin tinggi kelembabannya maka semakin baik pertumbuhannya. Sinar matahari yang dibutuhkan tanaman 40 – 70%. Kayu manis akan tumbuh baik pada tanah lempung berpasir, banyak humus, remah, kaya bahan organik dan berdrainase baik. pH tanah yang sesuai adalah 5,0 – 6,5.
Persebaran tanaman kayu manis cukup luas karena bisa tumbuh di negara asalnya yaitu Karibia, Amerika Selatan dan juga di Asia Tenggara. Di Indonesia, tanaman kayu ini sangat mudah ditemukan, terutama di hutan Sumatra. Meski cukup mudah ditemukan, kayu sehat ini dianggap sebagai salah satu kekayaan alam yang berharga dan bahkan sangat diburu pada zaman penjajahan.
Kayu manis merupakan pohon kecil yang tumbuh di India, Sri Lanka, Indonesia, Brasil, Vietnam, dan Mesir. Kayu manis adalah salah satu rempah-rempah tertua. Di Indonesia, kayu manis tersebar di berbagai daerah seperti Jawa, Flores, Timor, Bali, Sulawesi, dan Sumatera. Dahulu, kayu manis masih diimpor dari Cina ke Indonesia. Namun, saat ini tanaman tersebut tumbuh subur di Sulawesi, Jawa, Maluku, dan Papua.

2.4 Pemanfaatan Kayu Manis

  
Batang kayu manis tidak jauh berbeda dengan batang tanaman lainnya. Hanya saja, kulit batangnya lebih tebal. Kulit batang ini kemudian dikerok lalu dijemur sampai kering sehingga berbentuk seperti gulungan berwarna coklat kemerahan. Bentuk inilah yang nantinya dipotong menjadi batang atau dihancurkan menjadi bubuk rempah-rempah.
Pada era modern seperti saat ini, penggunaan kulit batang kayu manis sebagai obat sudah berkurang. Banyak masyarakat yang beralih pada obat-obatan dokter karena dinilai lebih manjur. Alhasil, kayu manis hanya dijadikan sebagai bumbu pelengkap masakan. Padahal, batang kayu manis memiliki manfaat dan khasiat yang sangat besar bagi kesehatan. Beberapa manfaat batang kayu manis tersebut adalah sebagai berikut:
1.    Melawan diabetes
Kayu manis dapat membantu seseorang melawan diabetes. Hal ini karena kandungan didalamnya bisa meningkatkan aktivitas insulin dalam tubuh. Selain itu, kayu manis juga efektif dalam mengatur kadar gula darah.
2.    Anti Inflamasi
Kayu manis memiliki sifat anti-inflamasi yang membuatnya efektif dalam melindungi jantung terhadap kerusakan dan infeksi, terutama di arteri yang dikarenakan makanan berlemak.
3.    Merangsang fungsi otak
Menurut hasil penelitian, kandungan kayu manis memiliki manfaat membantu fungsi otak. Selain itu, kayu manis juga bisa menenangkan saraf.
4.    Meringankan nyeri rematik
Seseorang yang sedang mengalami nyeri rematik bisa mengandalkan kayu manis untuk mengatasi keluhan itu. Menurut sebuah hasil penelitian Universitas Copenhagen, pasien yang mengonsumsi bubuk kayu manis dapat membantu menghilangkan rasa sakit karena rematik.
5.    Meringankan flu
Kandungan yang ada dalam kayu manis juga dapat mengurangi flu, terutama bila dikombinasikan dengan jahe. Di mana kandungan anti-inflamasi-nya membantu mengalirkan sirkulasi peredaran dalam tubuh. Sehingga perlahan flu pun bisa membaik, dan sembuh.
6.    Infeksi kandung kemih
Minumlah segelas air hangat yang dicampur dengan dua sendok makan bubuk kayu manis dan satu sendok teh madu. larutan ini membunuh kuman-kuman dalam kantung kemih.
7.    Demam
Pasien yang menderita demam biasa atau tinggi bisa mengkonsumsi segelas air hangat yang dicampur dengan satu sendok makan madu dengan ¼ sendok makan bubuk kayu manis tiga kali sehari. jika dilakukan dengan teratur, akan menyembuhkan demam, batuk kronis dan melegakan sinus.
8.    Sakit Perut
Madu dicampur dengan bubuk kayu manis dapat menyembuhkan sakit perut dan juga mengatasi luka pada perut (saluran pencernaan).
9.    Perut Kembung
Berdasarkan penelitian di india dan jepang, ditemukan bahwa madu yang dicampur dengan bubuk kayu manis dapat meredakan perut kembung karena dapat mengurangi gas dalam perut.
10.    Sistem Imun
Mengkonsumsi madu dan bubuk kayu manis dapat meningkatkan sistem imun dan melindungi tubuh dari serangan bakteri dan virus. para ilmuwan telah menemukan bahwa madu memiliki kandungan vitamin dan zat besi dalam jumlah banyak. secara teratur mengkonsumsi madu akan memperkuat sel darah putih melawan bakteri dan virus.

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
1. Dari ratusan jenis kayu manis tersebut, ada 4 varietas yang menjadi komoditas perdagangan utama dunia, yaitu: 1. Ceylon (Cinnamomum verum) berasal dari Sri Lanka. 2. Korintje (Cinnamomum burmannii), merupakan jenis kayu manis yang berasal dari Indonesia. 3. Saigon (cinnamomum loureiroi) berasal dari Vietnam. 4. Cassia (Cinnamomum cassia).
2. Adapun kandungan kayu manis, yaitu Kadar air (7,90%), Minyak atsiri (2,40%), Alkohol ekstrak (10-12%), Abu (3,55%), Serat kasar (20,30%), Karbohidrat (59,55%), Lemak (2,20%).
3. Habitat asli tanaman kayu manis adalah di hutan campuran dengan ketinggian 1.000 m dpl. Namun, kayu manis juga dapat hidup di ketinggian 700-2.400 m dpl. Ketinggian tempat penanaman kayu manis dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman serta kualitas kulit seperti ketebalan dan aroma. Kayu manis akan berproduksi baik bila ditanam di daerah dengan ketinggian 500 – 1.500 m dpl.
4. Kayu manis adalah salah satu rempah-rempah tertua. Di Indonesia, kayu manis tersebar di berbagai daerah seperti Jawa, Flores, Timor, Bali, Sulawesi, dan Sumatera.
5. Selain sebagai bumbu pelengkap masakan, batang kayu manis memiliki manfaat dan khasiat yang sangat besar bagi kesehatan. Beberapa manfaat batang kayu manis tersebut adalah sebagai berikut: Melawan diabetes, Anti Inflamasi, Merangsang fungsi otak, Meringankan nyeri rematik, Meringankan flu, Infeksi kandung kemih, Demam, Sakit Perut, Perut Kembung, Sistem Imun.

DAFTAR PUSTAKA
Ceylon, Kayu Manis. 2012. Kayu Manis: Jenis, Khasiat, dan Efek Sampingnya Bagi Kesehatan.
http://mariimasak.blogspot.com/2013/08/manfaat-dan-khasiat-kayu-manis-atau.html

Ide, Taman. 2013. Manfaat Kayu Manis Untuk Kesehatan.
http://ediamat.blogspot.com/2013/06/manfaat-kayu-manis-untuk-kesehatan.html

Khasiat. 2016. 31 Manfaat dan Khasiat Batang Kayu Manis Untuk Kesehatan.
http://mariimasak.blogspot.com/2013/08/manfaat-dan-khasiat-kayu-manis-atau.html

Khayasar. 2013. Kayu Manis (Cinnamomum burmanni (Ness.) Bl) Sebagai Tanaman Obat.
https://khayasar.wordpress.com/2013/12/20/kayu-manis-cinnamomum-burmannii-ness-bl-sebagai-tanaman-obat/

Kurniawan, Fredi. 2013. Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kayu Manis.
http://fredikurniawan.com/klasifikasi-dan-morfologi-tanaman-kayu-manis/

Kusmana dan Agus. 2015. Keanekaragaman Hayati Flora di Indonesia. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan. Departemen Silvikultur. Fakultas Kehutanan. IPB. Bogor. Vol. 5 (2) : 187-198.

Memasak, Mari. 2013. Manfaat dan Khasiat Kayu Manis atau Cinnamon.
http://mariimasak.blogspot.com/2013/08/manfaat-dan-khasiat-kayu-manis-atau.html

Pengobatan, Ahli. 2014. Kayu Manis – Ciri-Ciri Tanaman Serta Khasiat dan Manfaatnya.
http://www.tanobat.com/kayu-manis-ciri-ciri-tanaman-serta-khasiat-dan-manfaatnya.html

Plantamor. 2019. Kayu Manis (Cinnamomum burmannii).
http://plantamor.com/species/info/cinnamomum/burmannii

Sriastuti., dkk. 2018. Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Yang Berpotensi Sebagai Tanaman  Hias Dalam Kawasan IUPHHK-HTI PT. Bhatara Alam Lestari di Desa Sekabuk Kecamatan Sadaniang Kabupaten Mempawah. Jurnal Hutan Lestari. Fakultas Kehutanan. Universitas Tanjungpura. Pontianak. Vol. 6 (1) : 147-157.

Sufriadi, Anton. 2006. Manfaat Daun Kayu Manis (Cinnamomum burmanni) Terhadap Khasiat Antioksidasi Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.) Selama Penyimpanan. Skripsi. Program Studi Biokimia FMIPA. IPB. Bogor.

Widjajati, Laely. 2012. Sejarah Kayu Manis.
http://laely-widjajati.blogspot.com/2012/02/sejarah-kayu-manis.html


Komentar

  1. Blognya sangat menarik dan bermanfaat, terima kasih ya

    BalasHapus
  2. Sangat bermafaat. Semangat dan terus berkarya

    BalasHapus
  3. sangat bermanfaat dan menarik ๐Ÿ‘

    BalasHapus
  4. Sangat bermanfaat buat ini, terus berkarya๐Ÿ˜Š

    BalasHapus
  5. Sangat membantu saya membuat literatur skripsi wkwkwk

    BalasHapus
  6. wahh baru tau...thanks min๐Ÿ‘

    BalasHapus
  7. Sangat bermanfaat makasih yaa atas infonya

    BalasHapus
  8. Sangat bermanfaat info yg diberikan ๐Ÿ™

    BalasHapus
  9. Thanks infonyaa.. sangat bermanfaat

    BalasHapus
  10. Terimakasih untuk infonya, sangat membantu

    BalasHapus
  11. sangat bermanfaat, terima kasih infonyaa

    BalasHapus
  12. thankyou infonya kak sangat bermanfaat

    BalasHapus
  13. Sangat membantu infonya kak, kayu manis, semanis sang penulis eaaak hehe

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

POTENSI DAN PEMANFAATAN KOMODO

PERJUANGAN MENJADI SEORANG PENGUSAHA MUDA