MANFAAT EKONOMI KAYU MANIS
PEMANFAATAN
HASIL KAYU MANIS
(Cinnamomum burmannii)
(Cinnamomum burmannii)
Dosen Penanggungjawab:
Dr. Agus Purwoko, S. Hut., M. Si.
Disusun Oleh:
Nafisah
Mawaddah
171201192
BDH 5
PROGRAM
STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS
KEHUTANAN
UNIVERSITAS
SUMATERA UTARA
MEDAN
2019
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis ucapkan
kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan paper yang berjudul “Pemanfaatan Hasil Kayu
Manis (Cinnamomum burmannii)” ini dengan baik. Paper Penilaian Hutan ini
disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Penilaian Hutan, Program Studi
Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara.
Dalam penyelesaian laporan ini,
penulis mendapatkan bantuan dari berbagai pihak. Oleh sebab itu, penulis
mengucapkan terima kasih kepada Dr. Agus Purwoko, S. Hut., M. Si., selaku dosen pembimbing mata kuliah Penilaian Hutan, yang telah mengajarkan materi perkuliahan dengan baik dan yang hasilnya kemudian dipaparkan dalam paper ini.
Penulis sadar
bahwa penulisan paper ini masih memiliki kesalahan- kesalahan, baik itu dalam
segi teknik maupun dalam bahasa. Oleh sebab itu, penulis sangat mengharapkan
kritik dan saran dari para pembaca demi menyempurnakan paper mata kuliah
Penilaian Hutan ini. Akhir kata, penulis berharap semoga paper ini bermanfaat
bagi kita semua. Terima kasih.
Medan, Oktober 2019
Penulis
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR............................................................................................. i
DAFTAR ISI ......................................................................................................... ii
BAB I.
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang....................................................................................... 1
1.2 Rumusan
Masalah.................................................................................. 2
1.3 Tujuan.................................................................................................... 2
BAB II. ISI
2.1 Sejarah
Kayu Manis .............................................................................. 3
2.2
Karakteristik Kayu Manis ..................................................................... 6
2.3 Habitat
dan Penyebaran Kayu Manis.................................................... 8
2.4 Pemanfaatan Kayu Manis ..................................................................... 9
BAB III.
PENUTUP
3.1
Kesimpulan.......................................................................................... 11
DAFTAR
PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Indonesia
merupakan negara kepulauan yang terletak di kawasan tropis antara dua benua (Benua
Asia dan Benua Australia) dan dua samudera (Samudera Hindia dan Samudera
Pasifik) yang terdiri dari sekitar 17.500 pulau dengan panjang garis pantai
sekitar 95.181 km. Wilayah Indonesia memiliki luas sekitar 9 juta km2 (2 juta km2 daratan dan 7 juta km2
lautan). Untuk tumbuhan, Indonesia diperkirakan memiliki 25% dari spesies
tumbuhan berbunga yang ada di dunia atau merupakan urutan negara terbesar
ketujuh dengan jumlah spesies mencapai 20.000 spesies, 40% merupakan tumbuhan
endemik atau asli Indonesia. Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber
daya alam hayati dan keanekaragaman jenis flora dan fauna yang terdapat
diseluruh wilayah Nusantara. Kekayaan alam ini harus dilindungi dan
dilestarikan sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kepentingan
dimasa yang akan datang.
Hutan merupakan
karunia Tuhan Yang Maha Esa yang dapat
dikelola secara bijaksana, sehingga selain dapat dimanfaatkan juga dapat
dilestarikan. Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki hutan sebagai
paru-paru dunia. Hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan
berisi sumber daya hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam
dengan lingkungan yang satu dengan yang lainya tidak dapat dipisahkan. Hutan
memberikan banyak hal yang berguna bagi kelangsungan mahluk hidup seperti
obat-obatan, makanan, bahan bangunan dan udara yang segar, dan air. Tumbuhan
yang tumbuh di hutan dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional oleh
masyarakat setempat dan juga sebagai bahan makanan.
Salah satu
tumbuhan Indonesia yang memiliki manfaat adalah tumbuhan kayu manis (Cinnamomum burmannii). Kayu manis merupakan
tanaman rempah dari famili Lauraceae yang terdiri dari beberapa spesies. Di
pasaran kayu manis dikenal dengan sebutan casiavera atau cinnamon. Di dunia terdapat
54 spesies kayu manis, yang diantaranya 12 spesies terdapat di Indonesia. Salah
satu tanaman kayu manis asli Indonesia adalah Cinnamomum burmannii yang banyak tumbuh di daerah Sumatera,
Kalimantan, dan Jawa.
1.2 Rumusan
Masalah
1.
Bagaimana sejarah dari
kayu manis?
2.
Bagaimana karakteristik
dari kayu manis?
3.
Dimana habitat dan
penyebaran kayu manis?
4.
Apa saja pemanfaatan dari
kayu manis?
1.3 Tujuan
1.
Untuk mengetahui sejarah
dari kayu manis.
2.
Untuk mengetahui karakteristik
dari kayu manis.
3.
Untuk mengetahui lokasi
habitat dan penyebaran dari kayu manis.
4.
Untuk mengetahui manfaat-manfaat
dari kayu manis.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Sejarah Kayu
Manis
Salah satu rempah-rempah yang diunggulkan di Indonesia adalah
‘The Indonesian Cassi’ atau dikenal juga dengan nama lokal ‘Kayu Manis’.
Kayu manis adalah salah satu rempah-rempah yang punya rasa manis dan bisa
dipakai dengan cara yang serbaguna. Kayu manis bisa dimanfaatkan sebagai
penguat rasa maupun sebatas hiasan demi mempercantik tampilan hidangan.
Di Mesir, “Kayu Manis”
(Cinnamon) dimanfaatkan untuk membalsam mayat raja-raja yang akan dijadikan
mumi. Namun, sejarah menyatakan bahwa “Kayu Manis” sudah masuk Mesir dan Eropa
sekitar abad ke 5 Sebelum Masehi. Bangsa Saba bertanggung jawab atas
berlangsungnya perdagangan “Kayu Manis” dari India dan Srilanka (Ceylon) ke negara Arab
bagian Selatan. Pedagang Saba saat itu masih menyembunyikan asal-usul tanaman
ini.
Beberapa tehun
setelah 2100 SM, Mesir mengimport “Kayu Manis” dari Cina dan Asia Selatan
khusus untuk membalsam mayat-mayat raja. Memang untuk membuat mumi, selain “Kayu Manis”
juga dimanfaatkan jenis rempah lain yang wangi, misalnya cumin (Cumimum cymmimum), anis (Anijs pimpinella anisum L.), dan
majoraan (Origanum vulgaris L.).
Pada sekitar tahun
40 sesudah Masehi, Hippalus seorang pedagang Yunani menyadari bahwa setiap
tahun arah angin berhembus dari Timur ke Barat atau sebaliknya pada bulan-bulan
tertentu. Angin tersebut yang kini disebut angin musim dimanfaatkan penjelajah
untuk ke Timur. Aktivitas pedagang Yunani tersebut disusul oleh pedagang Romawi
sehingga perdagangan rempah di belahan dunia Barat semakin ramai. Dengan
semakin ramainya perdagangan rempah akhirnya pemanfaatan rempah pun menjadi
meningkat. Akhirnya pada sekitar tahun 40 Masehi pemanfaatannya meningkat untuk keperluan
penambah cita rasa makanan.
Peranan pedagang
Romawi memperdagangkan rempah akhirnya bangkrut setelah pedagang Arab dalam
mengembangkan agama Islam menundukkan kerajaan Romawi. Kota Aleksandria
diduduki tentara Islam pada tahun 641 Masehi. Saat itulah praktis perdagangan
rempah antara Timur dan Barat berakhir. Pada abad ke-12, perdagangan rempah
dinyatakan ramai kembali. Pada abad ke-16 bangsa Portugis berlayar ke India
yang merupakan sumber segala jenis rempah dan berusaha menguasai perdagangan.
Namun, sekitar 100
tahun kemudian, yaitu tahun 1656, perdagangan rempah termasuk "Kayu
Manis", diambil alih bangsa Belanda. Hasil "Kayu Manis" dari Srilanka
sangat populer di Belanda dengan nama Canel. Untuk dapat lebih menguasai
perdagangan "Kayu
Manis" akhirnya Bangsa Belanda membentuk organisasi perdagangan
dengan nama VOC (Vereenigde Oost Indische Compagni). "Kayu Manis" yang semula
merupakan tanaman hutan akhirnya diusahakan penanamannya oleh bangsa Belanda
menjadi lebih teratur dalam bentuk perkebunan di Srilanka pada tahun 1770.
Tahun 1796, monopoli Belanda dalam perdagangan "Kayu Manis" diambil alih
bangsa Inggris.
Di Indonesia, tanaman
"Kayu
Manis" dari Srilanka (Cinnamomum
zeylanicum) didatangkan ke Pulau Jawa tahun 1825 yang kemudian menyebar ke
India Selatan, Madagaskar, hingga Brazil. Walaupun demikian, hasil kulit "Kayu
Manis" dari Srilanka masih tetap terkenal karena kualitasnya
melebihi hasil dari negara lain. Pada hakikatnya, lama sebelum bangsa Belanda
merajai perdagangan "Kayu Manis", sudah ada dua jenis kulit "Kayu
Manis" yang dihasilkan oleh dua jenis tanaman yang berbeda. "Kayu
Manis" dari India Selatan dan Srilanka berasal dari Cinnamomum zeylanicum, sedangkan dari
Vietnam Selatan dan Himalaya Timur berasal dari Cinnamomum cassia.
Kalau pedagang
kulit "Kayu
Manis" di dunia Barat hanya mengenal kedua jenis "Kayu
Manis" tersebut hingga sebelum tahun 1800-an. Di Indonesia sendiri
sudah ada jenis "Kayu Manis" lain, yaitu Cinnamomum burmanni yang benar-benar merupakan tanaman asli
Indonesia. Cinnamomum burmanni
merupakan tanaman hutan di Sumatera Barat. Selain Cinnamomum burmanni, Indonesia pun masih memiliki beberapa jenis
tanaman dari keluarga Cinnamomum. Hanya saja kualitas kulitnya masih lebih
rendah dibanding Cinnamomum burmanni.
Ada beragam
ratusan varietas cinnamon yang bisa di jumpai di berbagai penjuru dunia.
Hanya saja, dari ratusan jenis kayu manis tersebut, ada 4 varietas yang menjadi
komoditas perdagangan utama dunia, yaitu:
1. Ceylon (Cinnamomum
verum)
Kayu manis Ceylon ini berasal dari Sri
Lanka. Bersumber pohon dengan nama latin Cinnamomum verum di bawah famili Lauraceae.
Kulit kayu manis alami yang kering diambil dari pohonnya dan diolah secara
tradisional sebelum dipasarkan. Kayu manis ceylon menjadi jenis kayu manis yang
memperoleh sebutan sebagai “true cinnamon”. Karena keunikan aroma,
kualitas, manfaat kesehatan dan kadar coumarin yang sangat rendah, kayu
manis ceylon telah memperoleh reputasi yang luas di pasar global. Batang kayu
manis (cinnamon sticks/quilss) diolah secara khusus yang menjadi ciri khas dari
sri lanka.
2. Korintje (Cinnamomum
burmannii)
Koritje merupakan jenis kayu manis yang
berasal dari Indonesia. Kayu manis ini didapatkan dari pohon yang bernama Cinnamomum
burmanni. Karena berasal dari Indonesia, banyak yang menyebutkan kayu manis
ini sebagai cinnamon Indonesia dan ada pula yang menggunakan sebutan
Padang cassia serta Batavia cassia untuk kayu manis ini.
3. Saigon (cinnamomum
loureiroi)
Sesuai dengan namanya, Saigon merupakan
jenis cinnamon yang berasal dari Vietnam. Seperti halnya korintje, kayu
manis Vietnam ini merupakan jenis kayu manis yang masuk dalam varietas cassia.
Meski begitu, kayu manis Saigon memiliki kandungan cinnamaldehyde lebih
tinggi dibandingkan dengan kayu manis cassia yang lain. Oleh karena itu,
harganya juga jadi lebih mahal, meski tak semahal seperti kayu manis ceylon.
4. Cassia (Cinnamomum cassia)
Cinnamomum cassia
atau yang juga kerap disebut dengan kayu manis cassia dan kayu manis Tiongkok
ini merupakan jenis kayu manis yang paling banyak dijumpai di pasaran. Harga
dari kayu manis cassia pun lebih murah dibandingkan dengan kayu manis ceylon.
Apalagi, tanaman penghasil kayu manis ini juga relatif lebih mudah ditemukan.
2.2 Karakteristik Kayu Manis
2.2.1 Klasifikasi Kayu Manis
Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Superdivisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Subkelas : Magnoliidae
Ordo : Laurales
Famili : Lauraceae
Genus : Cinnamomum
Spesies : Cinnamomum burmannii
2.2.2 Morfologi Kayu Manis
a. Batang
Batang pohon kayu
manis tegak, berkayu, bercabang-cabang, agak berat, agak lunak, padat, struktur
halus, serat halus, warna ros kecoklat-coklatan, getah berwarna putih dan
kuning muda. Bagian yang sering digunakan dan dimanfaatkan adalah bagian dalam
kulit kayu manis.
b. Daun
Daun kayu manis
tunggal, berbentuk lanset, ujung dan pangkal runcing, bagian tepi rata, panjang
4-14 cm, lebar 1-6 cm, pertulangan daun melengkung, berbau harum ketika
diremas, warna daun ketika muda merah pucat, dan setelah tua menjadi berwarna
hijau.
c. Bunga
Bunga kayu manis
majemuk, berbentuk malai, tumbuh di ketiak daun, berambut halus, tangkai
panjang 4-12 mm, benang sari dengan kelenjar tangkai tengah tangkai sari,
mahkota panjang 4-5 mm, dan berwarna kuning.
d. Buah
Buah kayu manis hampir
sama dengan buah buni dengan panjang kurang lebih 1 cm, ketika masih muda
berwarna hijau dan setelah tua berwarna hitam.
e. Biji
Biji kayu manis berbentuk bulat telur, kecil-kecil,
biji masih muda berwarna hijau dan setelah tua menjadi berwarna hitam.
2.2.3 Kandungan Zat pada Kayu Manis
Jika didasarkan pada uraian seorang ahli
bernama Thomas dan Duethi, diketahui bahwa senyawa yang mendominasi kayu manis
adalah minyak atsiri, safrole, eugenol, tannin, cinnamaldehyde, kalsium
oksalat, zat penyemak, dammar, dan lain-lain. Senyawa Cinnamaldehyde mencapai
70% dari berat total kayu manis.
Untuk memahami kadar kandungan kayu manis, adapun
kandungannya sebagai berikut:
a.
Kadar air : 7,90%
b.
Minyak atsiri : 2,40%
c.
Alkohol ekstrak : 10-12%
d.
Abu : 3,55%
e.
Serat kasar : 20,30%
f.
Karbohidrat : 59,55%
g.
Lemak : 2,20%
2.3
Habitat dan Penyebaran Kayu Manis
Habitat asli tanaman kayu manis adalah di hutan
campuran dengan ketinggian 1.000 m dpl. Namun, kayu manis juga dapat hidup di
ketinggian 700-2.400 m dpl. Ketinggian tempat penanaman kayu manis dapat
mempengaruhi pertumbuhan tanaman serta kualitas kulit seperti ketebalan dan
aroma. Kayu manis akan berproduksi baik bila ditanam di daerah dengan
ketinggian 500 – 1.500 m dpl. Kayu manis
menghendaki hujan yang merata sepanjang tahun dengan jumlah cukup, sekitar
2.000 – 2.500 mm/tahun. Curah hujan yang terlalu tinggi akan mengakibatkan
hasil panen rendemennya terlalu rendah. Daerah penanaman sebaiknya bersuhu
rata-rata 25°C dengan batas maksimum 27°C dan minimum 18°C. Kelembaban yang
diinginkan 70 – 90 %, semakin tinggi kelembabannya maka semakin baik
pertumbuhannya. Sinar matahari yang dibutuhkan tanaman 40 – 70%. Kayu manis
akan tumbuh baik pada tanah lempung berpasir, banyak humus, remah, kaya bahan
organik dan berdrainase baik. pH tanah yang sesuai adalah 5,0 – 6,5.
Persebaran tanaman kayu manis cukup luas karena bisa
tumbuh di negara asalnya yaitu Karibia, Amerika Selatan dan juga di Asia
Tenggara. Di Indonesia, tanaman kayu ini sangat mudah ditemukan, terutama di
hutan Sumatra. Meski cukup mudah ditemukan, kayu sehat ini dianggap sebagai
salah satu kekayaan alam yang berharga dan bahkan sangat diburu pada zaman
penjajahan.
Kayu manis merupakan pohon kecil yang tumbuh
di India, Sri Lanka, Indonesia, Brasil, Vietnam, dan
Mesir. Kayu manis adalah salah satu rempah-rempah tertua. Di Indonesia, kayu
manis tersebar di berbagai daerah seperti Jawa, Flores,
Timor, Bali, Sulawesi, dan Sumatera. Dahulu,
kayu manis masih diimpor dari Cina ke Indonesia. Namun, saat ini tanaman
tersebut tumbuh subur di Sulawesi, Jawa, Maluku, dan Papua.
2.4 Pemanfaatan Kayu Manis
Batang kayu manis tidak jauh berbeda dengan batang
tanaman lainnya. Hanya saja, kulit batangnya lebih tebal. Kulit batang ini
kemudian dikerok lalu dijemur sampai kering sehingga berbentuk seperti gulungan
berwarna coklat kemerahan. Bentuk inilah yang nantinya dipotong menjadi batang
atau dihancurkan menjadi bubuk rempah-rempah.
Pada era modern seperti saat ini, penggunaan kulit
batang kayu manis sebagai obat sudah berkurang. Banyak masyarakat yang beralih
pada obat-obatan dokter karena dinilai lebih manjur. Alhasil, kayu manis hanya
dijadikan sebagai bumbu pelengkap masakan. Padahal, batang kayu manis memiliki manfaat dan khasiat
yang sangat besar bagi kesehatan. Beberapa manfaat
batang kayu manis tersebut adalah sebagai berikut:
1.
Melawan diabetes
Kayu
manis dapat membantu seseorang melawan diabetes. Hal ini karena kandungan
didalamnya bisa meningkatkan aktivitas insulin dalam tubuh. Selain itu, kayu
manis juga efektif dalam mengatur kadar gula darah.
2.
Anti
Inflamasi
Kayu
manis memiliki sifat anti-inflamasi yang membuatnya efektif dalam melindungi
jantung terhadap kerusakan dan infeksi, terutama di arteri yang dikarenakan
makanan berlemak.
3.
Merangsang fungsi otak
Menurut
hasil penelitian, kandungan kayu manis memiliki manfaat membantu fungsi otak.
Selain itu, kayu manis juga bisa menenangkan saraf.
4.
Meringankan nyeri rematik
Seseorang
yang sedang mengalami nyeri rematik bisa mengandalkan kayu manis untuk
mengatasi keluhan itu. Menurut sebuah hasil penelitian Universitas Copenhagen,
pasien yang mengonsumsi bubuk kayu manis dapat membantu menghilangkan rasa
sakit karena rematik.
5.
Meringankan flu
Kandungan
yang ada dalam kayu manis juga dapat mengurangi flu, terutama bila
dikombinasikan dengan jahe. Di mana kandungan anti-inflamasi-nya membantu
mengalirkan sirkulasi peredaran dalam tubuh. Sehingga perlahan flu pun bisa
membaik, dan sembuh.
6.
Infeksi kandung kemih
Minumlah
segelas air hangat yang dicampur dengan dua sendok makan bubuk kayu manis dan
satu sendok teh madu. larutan ini membunuh kuman-kuman dalam kantung kemih.
7.
Demam
Pasien
yang menderita demam biasa atau tinggi bisa mengkonsumsi segelas air hangat
yang dicampur dengan satu sendok makan madu dengan ¼ sendok makan bubuk kayu
manis tiga kali sehari. jika dilakukan dengan teratur, akan menyembuhkan demam,
batuk kronis dan melegakan sinus.
8.
Sakit Perut
Madu
dicampur dengan bubuk kayu manis dapat menyembuhkan sakit perut dan juga
mengatasi luka pada perut (saluran pencernaan).
9.
Perut Kembung
Berdasarkan
penelitian di india dan jepang, ditemukan bahwa madu yang dicampur dengan bubuk
kayu manis dapat meredakan perut kembung karena dapat mengurangi gas dalam
perut.
10.
Sistem Imun
Mengkonsumsi
madu dan bubuk kayu manis dapat meningkatkan sistem imun dan melindungi tubuh
dari serangan bakteri dan virus. para ilmuwan telah menemukan bahwa madu
memiliki kandungan vitamin dan zat besi dalam jumlah banyak. secara teratur
mengkonsumsi madu akan memperkuat sel darah putih melawan bakteri dan virus.
PENUTUP
1. Dari ratusan jenis kayu
manis tersebut, ada 4 varietas yang menjadi komoditas perdagangan utama dunia,
yaitu: 1. Ceylon (Cinnamomum verum) berasal dari Sri Lanka. 2. Korintje (Cinnamomum burmannii), merupakan jenis kayu manis yang
berasal dari Indonesia. 3. Saigon (cinnamomum loureiroi) berasal
dari Vietnam. 4. Cassia (Cinnamomum
cassia).
2. Adapun kandungan kayu manis, yaitu Kadar air (7,90%), Minyak
atsiri (2,40%), Alkohol ekstrak (10-12%), Abu (3,55%),
Serat kasar (20,30%), Karbohidrat (59,55%), Lemak (2,20%).
3. Habitat asli
tanaman kayu manis adalah di hutan campuran dengan ketinggian 1.000 m dpl.
Namun, kayu manis juga dapat hidup di ketinggian 700-2.400 m dpl. Ketinggian tempat penanaman kayu manis dapat mempengaruhi pertumbuhan
tanaman serta kualitas kulit seperti ketebalan dan aroma. Kayu manis akan
berproduksi baik bila ditanam di daerah dengan ketinggian 500 – 1.500 m dpl.
4. Kayu manis adalah salah satu rempah-rempah tertua. Di Indonesia, kayu
manis tersebar di berbagai daerah seperti Jawa, Flores,
Timor, Bali, Sulawesi, dan Sumatera.
5. Selain
sebagai bumbu pelengkap masakan, batang kayu manis memiliki manfaat dan khasiat
yang sangat besar bagi kesehatan. Beberapa manfaat
batang kayu manis tersebut adalah sebagai berikut: Melawan diabetes, Anti Inflamasi, Merangsang fungsi otak, Meringankan
nyeri rematik, Meringankan flu, Infeksi kandung kemih, Demam, Sakit Perut,
Perut Kembung, Sistem Imun.
DAFTAR PUSTAKA
Ceylon,
Kayu Manis. 2012. Kayu Manis: Jenis, Khasiat, dan Efek Sampingnya Bagi
Kesehatan.
http://mariimasak.blogspot.com/2013/08/manfaat-dan-khasiat-kayu-manis-atau.html
http://mariimasak.blogspot.com/2013/08/manfaat-dan-khasiat-kayu-manis-atau.html
Ide,
Taman. 2013. Manfaat Kayu Manis Untuk Kesehatan.
http://ediamat.blogspot.com/2013/06/manfaat-kayu-manis-untuk-kesehatan.html
http://ediamat.blogspot.com/2013/06/manfaat-kayu-manis-untuk-kesehatan.html
Khasiat.
2016. 31 Manfaat dan Khasiat Batang Kayu Manis Untuk Kesehatan.
http://mariimasak.blogspot.com/2013/08/manfaat-dan-khasiat-kayu-manis-atau.html
http://mariimasak.blogspot.com/2013/08/manfaat-dan-khasiat-kayu-manis-atau.html
Khayasar.
2013. Kayu Manis (Cinnamomum burmanni (Ness.) Bl) Sebagai Tanaman Obat.
https://khayasar.wordpress.com/2013/12/20/kayu-manis-cinnamomum-burmannii-ness-bl-sebagai-tanaman-obat/
https://khayasar.wordpress.com/2013/12/20/kayu-manis-cinnamomum-burmannii-ness-bl-sebagai-tanaman-obat/
Kurniawan,
Fredi. 2013. Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kayu Manis.
http://fredikurniawan.com/klasifikasi-dan-morfologi-tanaman-kayu-manis/
http://fredikurniawan.com/klasifikasi-dan-morfologi-tanaman-kayu-manis/
Kusmana
dan Agus. 2015. Keanekaragaman Hayati Flora di Indonesia. Jurnal Pengelolaan
Sumberdaya Alam dan Lingkungan. Departemen Silvikultur. Fakultas Kehutanan. IPB.
Bogor. Vol. 5 (2) : 187-198.
Memasak,
Mari. 2013. Manfaat dan Khasiat Kayu Manis atau Cinnamon.
http://mariimasak.blogspot.com/2013/08/manfaat-dan-khasiat-kayu-manis-atau.html
http://mariimasak.blogspot.com/2013/08/manfaat-dan-khasiat-kayu-manis-atau.html
Pengobatan,
Ahli. 2014. Kayu Manis – Ciri-Ciri Tanaman Serta Khasiat dan Manfaatnya.
http://www.tanobat.com/kayu-manis-ciri-ciri-tanaman-serta-khasiat-dan-manfaatnya.html
http://www.tanobat.com/kayu-manis-ciri-ciri-tanaman-serta-khasiat-dan-manfaatnya.html
Plantamor.
2019. Kayu Manis (Cinnamomum burmannii).
http://plantamor.com/species/info/cinnamomum/burmannii
http://plantamor.com/species/info/cinnamomum/burmannii
Sriastuti.,
dkk. 2018. Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Yang Berpotensi Sebagai Tanaman Hias Dalam Kawasan IUPHHK-HTI PT. Bhatara Alam
Lestari di Desa Sekabuk Kecamatan Sadaniang Kabupaten Mempawah. Jurnal Hutan
Lestari. Fakultas Kehutanan. Universitas Tanjungpura. Pontianak. Vol. 6 (1) :
147-157.
Sufriadi,
Anton. 2006. Manfaat Daun Kayu Manis (Cinnamomum
burmanni) Terhadap Khasiat Antioksidasi Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.) Selama Penyimpanan. Skripsi. Program
Studi Biokimia FMIPA. IPB. Bogor.
Widjajati,
Laely. 2012. Sejarah Kayu Manis.
http://laely-widjajati.blogspot.com/2012/02/sejarah-kayu-manis.html
http://laely-widjajati.blogspot.com/2012/02/sejarah-kayu-manis.html




Blognya sangat menarik dan bermanfaat, terima kasih ya
BalasHapusSangat bermanfaat๐
BalasHapusMantap gan
BalasHapusSangat bermanfaat๐
BalasHapusSangat bermafaat. Semangat dan terus berkarya
BalasHapusNice
BalasHapussangat bermanfaat dan menarik ๐
BalasHapusSangat bermanfaat buat ini, terus berkarya๐
BalasHapusThe bestt
BalasHapusGud ea gan sangat bermanfaat
BalasHapusMasyaa Allah, menarik sekali :)
BalasHapusMantap kakak
BalasHapusSaya suka dengan blog ini
BalasHapusSangat membantu saya membuat literatur skripsi wkwkwk
BalasHapuswahh baru tau...thanks min๐
BalasHapusBisa dijadikan referensi ๐
BalasHapusSangat membantu
BalasHapusSangat bermanfaat makasih yaa atas infonya
BalasHapusMantap cukkk
BalasHapusSangat bermanfaat info yg diberikan ๐
BalasHapusbermanfaat
BalasHapusWaah. Blognya bagus.
BalasHapusWaah. Blognya bagus.
BalasHapusWaah. Blognya bagus.
BalasHapusThanks infonyaa.. sangat bermanfaat
BalasHapusTerimakasih untuk infonya, sangat membantu
BalasHapussangat bermanfaat, terima kasih infonyaa
BalasHapusYou are so brilliant
BalasHapusGood
Sangat bermanfaat
BalasHapusthankyou infonya kak sangat bermanfaat
BalasHapusNice information
BalasHapussangat membantu
BalasHapusSangat membantu infonya kak, kayu manis, semanis sang penulis eaaak hehe
BalasHapus